Jumat, 20 Juli 2012

Kacang Kedelai



LAPORAN PRAKTIKUM
KACANG KEDELAI
DASAR-DASAR AGRONOMI

Dosen : Rizky Amnah,SP
Kelompok III
1.      SITI ZULHIZZAH
2.      RAHMADANI
3.      KHOIRUNNISA
4.      NGATEMI
5.      MAHYUNI APRIANI
6.      SEPTI AGUSTINA
7.      PERI NALDO
8.      SANDO SARDANI
9.      ALI AKHIR
Prody : AGT- IIC

 

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GRAHA NUSANTARA (UGN)
PADANGSIDIMPUAN
2012




PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Dasar-dasar agroonomi merupakan mata kuliah yang berisi tentang tehnik budidaya pertanian, pengenalan factor-faktor produksi serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Praktikum dasar-dasar Agronomi merupakan kegiatan lapangan yang dilaksanakan sebagai aplikasi dari teori-teri yang diberikan dalam perkuliahan sesuai dengan materi pokok perkuliahan. Dengan adanya praktikum lapangan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap teori-teori tentang tehnik budidaya yang diajarkan.
Melalui pelaksanaan praktikum Dasar-dasar Agronomi ini, mahasiswa mendapatkan dan dapat melakukan kegiatan budidaya dengan baik mulai dsari pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, panen dan pengelolaan pascapanen. Selain itu mahasiswa juga dapat mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta melakukan analisis atau perhitungan terhadap hasil atau produksi tanaman.

10.  Tujuan
Ä  Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman
Ä  Melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kacang kedelai

11.  Tinjauan Pustaka
Kedelai (kadang-kadang ditambah "kacang" di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.
Pada pengamatan tanaman kacang kedelai ini, keadaan bintil belum berwarna merah muda menandakan tanaman kacang kedelai belum bisa mengikat hydrogen. Dan belum berbunga.
Kedelai merupakan terna dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah subtropik, juga merupakan tanaman hari-pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia akan segera berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini menjelaskan rendahnya produksi di daerah tropika, karena tanaman terlalu dini berbunga.
Ø  Biji
Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endosperma. Embrio terletak di antara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapi ada pula yang bundar atau bulat agak pipih.

Ø  Kecambah
Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup. Kecambah kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji muncul diatas tanah. Warna hipokotil, yaitu bagian batang kecambah dibawah kepaing, ungu atau hijau yang berhubungan dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran (tauge).

Ø  Perakaran
Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembapan tanah turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-bintil akar. Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara mutualis dengan kedelai. Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 – 20 hari setelah tanam. Bakteri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari udara dalam bentuk gas N2 yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3).

Ø  Batang
Kedelai berbatang memiliki tinggi 30–100 cm. Batang dapat membentuk 3 – 6 cabang, tetapi bila jarak antar tanaman rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak bercabang sama sekali. Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas (determinate), tidak terbatas (indeterminate), dan setengah terbatas (semi-indeterminate). Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Tanaman pendek sampai sedang, ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah, daun teratas sama besar dengan daun batang tengah. Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga secara bertahap dari bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh. Tanaman berpostur sedang sampai tinggi, ujung batang lebih kecil dari bagian tengah. Tipe setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe lainnya.

Ø  Bunga
Bunga kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas batang, berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong.

Ø  Buah
Buah kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 – 250 polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman.

Ø  Daun
Pada buku (nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang daun tunggal. Selanjutnya, pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk selalu dengan tiga helai. Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun bertiga mempunyai tangkai agak panjang. Masing-masing daun berbentuk oval, tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua sisi. Tunas atau bunga akan muncul pada ketiak tangkai daun majemuk. Setelah tua, daun menguning dan gugur, mulai dari daun yang menempel di bagian bawah batang.


12.  Metodologi
Praktikum dilaksanakan pada ;
1.      Waktu          ;   2012, 16.00-17.00 WIB
2.        Tempat       ; Lahan praktikum, Kampus I Fak. Pertanian UGN Padangsidimpuan
3.        Alat                                     Bahan
a.       Cangkul                          a. Biji kedelai (varietas Anjasmoro)
b.      Meteran                           b. -Pupuk urea
c.       Tali Plastik                          - Pupuk SP 36
4.      Perlakuan                                 - Pupuk KCL
Pada praktikum ini varietas yang digunakan adalah anjosmoro
1.      V1J1 = Varietas Anjosmoro jarak tanam 40 x 20 cm
2.      V1J1 = Varietas Anjosmoro jarak tanam 40 x10 cm

5.      Pelaksanaan
a.       Pembukaan dan Pembersihan lahan
Sebelum penanaman, lahan pertanaman terlebih dahulu dibersihkan dari gulma kemudian dibuat petakan dengan ukuran 4x2 m setiap perlakuan
b.      Penanaman
Ä Barisan tanaman pertama dimulai setengah jarak tanam antar barisan dari pinggir petakan. Dua tali di rentangkan bertanda jarak antar baris sebagai acuan baris tanaman atau gunakan ajir sebagai acuan
Ä Tali yang telah diberi tanda jarak dalam baris diikat pada 2 ajir da digunakan sebagai acuan lobang tanam, digerakkan sesuai jarak tanam antar baris
Ä Buat alur tanam sedalam 4-5 cm di samping tali
Ä Membuat alur pupuk pada jarak sekitar 7 cm dari alur tanam dengan kedalaman ± 7 cm
Ä Seluruh dosis pupuk Urea dengan SP36 dan KCL dicampurkan merata. Kemudian, bagilah sesuai dengan jumlah barisan tanaman
Ä Taburlah jatah pupuk ke dalam alur secara merata dari ujung ke ujung
Ä Benih di tanam pada alur 1 butir per lobang sesuai jarak tanam dalam baris
Ä Tutuplah alur pupuk dan benih degan baik dengan tanah yang gembur
Ä Air disiram secukupnya pada petakan hingga lembab. (jika diperlukan pemberian rumput kering diatas petakan pada lahan kering agar tetap lembab).
c.       Pemeliharaan
Pemeliharaan yang harus dilakukan selama pertumbuhan tanaman yaitu penyiangan, penyulaman ( 1 MST ) dan penggemburan tanah. Gulma diusahakan tercabut sampai keakarnya.
d.      Pengamatan
Pengamatan yang dilakukan adalah ;
1.      Pertumbuhan
Ä  Amati tipe perkecambahannya (epigeal atau hypogeal)
Ä Pada umur 2 MST, ambil 5 tanaman contoh secara acak yang mewakili petakan (bukan tanaman pinggir). Amati tanaman contoh tersebut setiap minggu berikutnya denga pengamatan sebagai berikut ;
a.       Tinggi tanaman (cm), diukur dari buku pertama (tempat keeping biji) sampai titik tmbuh tanaman
b.      Jumlah daun trifoliateI; jumlah helaian daun dihitung yang telah membuka sempurna
c.       Mengitung jumlah cabang
d.      Luas daun per tanaman. Pada 6 MST tentukan luas daun dari 1 tanaman contoh kemudian hitung Indeks Luas Daun
Ä Pada 4 MST dan 6 MST cabutlah satu tanaman pinggir dan amati apakah ada terdapat bintil akar ? Amatilah apakah bintil akar tersebut aktif(bintil akar dibelah, jika warna merah muda berarti bintil akar tersebut aktif memfiksasi Nitrogen ).
Ä Hitung umur tanaman (hari) paa saat keluar bunga 75% populasi
Ä Amati keragaman morfologi tanaman yang tampak seperti ; bentuk bunga dan keserampakan bunga

2.      Komponen Produksi Panen
Panen dilakukan pada keadaan polong sudah terisi penuh namun biji masih lunak (panen isi)
Ä Pada saat panen 5 tanaman contoh, lakukanlah pengukuran komponen produksi sebagai berikut ;

a.       Bobot branksan tanaman contoh. Cabutlah tanaman contoh bersihkan akar dari tanah yang melekat, lalu potong menjadi bagian akar dan bagian tajuk. Timbang masing masing bagian tersebut dan hitung rasio tajuk / akar
b.      Buang seluruh daun dan cabang tinggalkan polong kemudian ditimbang. Bagian ini merupakan marketable untuk kedelai. Tentukan rendemen bagian marketable dari total bobot tanaman
c.       Bobot polong. Ambil semua polong dari batang tanaman contoh, kemudian ditimbang. Tentulan Indeks Panen (bobot polong dibagi bobit total polong tanaman).
d.      Hitung jumlah bernas yang polong dan yang Hampa
e.       Cek umumnya berapa biji perpolong
Ä  Bobot perpetak. Panen seluruh tanaman di petak bersih. Selai tanaman pinggir dan baris pinggir. Daun dan pangkal batang dibuang, lalu ditimbang. Bobot ini ditambah dengan bobot dari 5 tanaman contoh merupakan bobot hasil panen petak bersih, kemudian konversiakan ke luasan ha.

E.  Hasil dan Pembahasan
Ä Tipe perkecambahan pada tanaman kacang kedelai adalah Hypogeal yaitu keping biji muncul diatas tanah
Ä Pada contoh tanaman pinggir yang berumur 4 MST bintil akar jika dibelah tidak berwarna merah muda, sedangkan yang berumur 6 MST sudah berwarna merah muda. Itu menendakan bintil akar yang berwarna merah muda telah aktif memfiksasi Nitrogen
Ä Bunga kacang kedelai termasuk bunga sempurna Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong.
Ä Pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang dapat dilihat dari tabel di bawah ini ;
Tabel 1. Tinggi tanaman

Tabel 2 Jumlah daun
Tabel 3. Jumlah cabang tanaman
Tabel 4. Indeks Luas Daun

Populasi =  Luas lahan
                               Jarak tanam                     

F.      Kesimpulan dan Saran
Ä  Kesimpulan
Dari pengamatan yang dapat dilakukan dapat diketahui hasil pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang kedelai dan juga factor-faktor yang mempengaruhi pada tanaman kacang kedelai
Ä  Saran
Pada pelaksanaan praktikum maupun pada kegiatan pengamatan sebaiknya mahasiswa mengamati pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tanaman kacang kedelai dan Penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi sempurnanya isi laporan ini.

G.    Daftar  Pustaka
Amnah, Rizky SP Penuntun Praktikum Dasar- Dasar Agronomi,2011/2012            Jur.Agroteknologi Fak. Pertanian Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan.
http//www.wikipedia.com/Tanaman kacang kedelai


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar